Kendaraan darat tanpa awak, atau UGV, beroperasi di darat tanpa pengemudi manusia. Kendaraan ini dapat dioperasikan dari jarak jauh (teleoperated), semi-otonom, atau sepenuhnya otonom. UGV beragam, mulai dari robot penjinak bom kecil hingga truk pengangkut otonom besar di tambang. Kesamaan di antara semuanya adalah tidak ada orang yang duduk di kursi pengemudi.
Militer mendorong pengembangan awal UGV (kendaraan darat tanpa awak). Robot penjinak bom seperti PackBot dan Talon mulai beroperasi pada tahun 2000-an. Robot-robot ini memungkinkan tentara untuk melucuti bahan peledak dari jarak aman. Perusahaan pertambangan kemudian mengadopsi truk pengangkut otonom. Truk yang mengemudi sendiri di rute tetap di tambang lebih mudah diotomatisasi daripada mobil di jalan kota. Lingkungannya terkontrol. Rutenya berulang. Aspek keamanannya mudah dikelola.
Aplikasi UGV (kendaraan darat tanpa awak)
- Penjinakan bom dan penanganan bahan berbahaya.
- Pengangkutan material pertambangan dan konstruksi.
- Logistik pergudangan dan pengangkutan material.
- Pertanian: traktor dan mesin pemanen otonom.
- Patroli keamanan dan pemantauan perimeter.
Kendaraan darat tanpa awak (UGV) otonom menghadapi tantangan persepsi dan perencanaan yang sama seperti mobil tanpa pengemudi, tetapi seringkali di lingkungan yang lebih sederhana. Robot gudang menavigasi lorong dan menghindari orang. Truk tambang mengikuti jalan angkut. Robot penjinak bom dioperasikan dari jarak jauh oleh manusia. Tingkat otonomi sesuai dengan kompleksitas tugas dan konsekuensi kegagalan. Kesalahan di gudang adalah kotak yang jatuh. Kesalahan di tambang adalah dinding yang runtuh. UGV sudah umum di lingkungan yang terkontrol. Mereka perlahan-lahan memasuki ruang publik, seiring dengan perkembangan teknologi dan regulasi.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment