Sejumlah pil meninggalkan pabrik dengan cacat. Mungkin dosisnya salah. Mungkin obatnya telah rusak. Mungkin ada kontaminan yang masuk. Ketika suatu produk menimbulkan risiko bagi pasien, produsen atau regulator menariknya dari pasaran. Itulah yang disebut penarikan obat, dan dapat berupa tindakan sukarela dari perusahaan hingga perintah wajib dari otoritas pengatur.
Penarikan produk diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahannya. Di Amerika Serikat, FDA menggunakan tiga kelas. Kelas I adalah yang paling serius: produk tersebut dapat menyebabkan bahaya serius atau kematian. Kelas II adalah untuk produk yang mungkin menyebabkan bahaya sementara atau dapat dipulihkan. Kelas III adalah untuk produk yang kemungkinan kecil menyebabkan bahaya tetapi melanggar peraturan, seperti kesalahan pelabelan. Proses penarikan produk melibatkan pemberitahuan kepada distributor, apotek, dan pasien, serta pengaturan pengembalian atau penghancuran produk. Perusahaan juga harus menyelidiki penyebabnya dan menyerahkan rencana tindakan korektif.
Apa yang memicu penarikan produk:
- Kontaminasi.
- Dosis salah.
- Kesalahan pelabelan. Instruksi yang salah atau nama obat yang salah.
- Kegagalan stabilitas.
- Cacat kemasan.
Pasien yang memiliki obat yang ditarik dari peredaran harus memeriksa nomor lot dan mengembalikannya ke apotek. Sebagian besar penarikan obat bukanlah keadaan darurat, tetapi beberapa memang demikian.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment