Pembelajaran antar teman sebaya terjadi ketika siswa belajar dari satu sama lain. Hal ini bisa bersifat formal, seperti kelompok belajar terstruktur, atau informal, seperti dua teman sekelas yang menjelaskan suatu konsep di dalam bus. Guru mundur dan siswa mengambil peran sebagai penjelas, penanya, dan pendengar.
Pendekatan ini mendapat dukungan yang kuat. Menjelaskan sesuatu kepada orang lain memaksa Anda untuk mengatur pemahaman Anda sendiri. Hal ini mengungkap kesenjangan. Hal ini membangun kepercayaan diri. Siswa sering merasa lebih nyaman mengajukan pertanyaan "bodoh" kepada teman sebaya daripada kepada guru.
Pembelajaran sebaya paling efektif jika terstruktur. Kerja kelompok yang tidak terstruktur dapat menjadi tidak terarah. Peran yang jelas, tujuan bersama, dan akuntabilitas sangat membantu. Guru memantau dan melakukan intervensi ketika kelompok menyimpang dari jalur yang seharusnya. Jika berhasil, siswa akan mempelajari materi dan sesuatu tentang bekerja sama dengan orang lain.
Bentuk umum
- Kelompok belajar
- Bimbingan sebaya
- Pikirkan-pasangkan-berbagi
- Peninjauan sejawat terhadap tulisan
- Pengajaran timbal balik
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment