Zat basa terasa licin. Sabun, pemutih, dan soda kue semuanya memiliki sifat tersebut. Kata ini berasal dari bahasa Latin basis, yang berarti fondasi. Para ahli kimia mendefinisikan basa sebagai zat yang menerima proton atau menyumbangkan pasangan elektron. Definisi Brønsted-Lowry berfokus pada penerimaan proton. Definisi Lewis berfokus pada donasi pasangan elektron. Keduanya berguna, tergantung pada konteksnya.
Dalam air, basa menerima proton dari air, menghasilkan ion hidroksida. Semakin banyak ion hidroksida dalam larutan, semakin tinggi pH-nya. Natrium hidroksida terdisosiasi sepenuhnya dalam air, menjadikannya basa kuat. Amonia hanya menerima proton sebagian, menjadikannya basa lemah. Seperti asam, basa dapat berupa basa kuat atau lemah, pekat atau encer. Istilah-istilah tersebut tidak dapat saling menggantikan.
Basa bereaksi dengan asam membentuk garam dan air. Reaksi netralisasi ini adalah salah satu reaksi paling mendasar dalam kimia. Basa juga bereaksi dengan lemak dan minyak membentuk sabun, suatu proses yang disebut saponifikasi. Basa dapat mendenaturasi protein, itulah sebabnya pemutih dan soda kaustik bersifat korosif. Basa digunakan dalam proses industri, pengolahan air, dan pembersihan rumah tangga. Tubuh manusia menggunakan basa untuk menyeimbangkan pH dan menjaga homeostasis.
Skala pH mengukur keasaman dan kebasaan. pH di bawah 7 bersifat asam. pH di atas 7 bersifat basa. pH 7 bersifat netral. Skala ini bersifat logaritmik, sehingga setiap satuan mewakili perubahan sepuluh kali lipat dalam konsentrasi ion hidrogen. pH 12 satu juta kali lebih basa daripada pH 6.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment