Muhammad Yunus meminjamkan $27 kepada sekelompok wanita di Bangladesh pada tahun 1976. Mereka menggunakannya untuk membeli bahan-bahan untuk bisnis furnitur mereka dan mengembalikannya. Pinjaman kecil itu meluncurkan gerakan mikrofinans modern. Idenya sederhana: sejumlah kecil kredit dapat membantu orang miskin memulai bisnis, melancarkan konsumsi, dan membangun aset. Bank tradisional tidak mau melayani mereka karena pinjamannya terlalu kecil dan peminjam tidak memiliki jaminan.
Lembaga keuangan mikro memberikan pinjaman kecil, seringkali $50 hingga $500, tanpa memerlukan jaminan. Mereka menggunakan sistem pinjaman kelompok, di mana peminjam saling menjamin pinjaman satu sama lain, untuk mengurangi risiko gagal bayar. Tingkat pengembalian pinjaman tinggi, seringkali di atas 95 persen. Lembaga-lembaga ini juga menawarkan rekening tabungan, asuransi, dan pelatihan keuangan. Beberapa di antaranya adalah organisasi nirlaba. Lainnya adalah bank yang berorientasi profit. Yunus dan Grameen Bank memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2006.
Mikrofinansial memiliki kritikus. Beberapa berpendapat bahwa suku bunga terlalu tinggi, terkadang 20 hingga 40 persen per tahun, dan bahwa peminjam dapat terjerat dalam perangkap utang. Yang lain menunjukkan bukti bahwa mikrokredit memiliki dampak terbatas pada kemiskinan. Studi acak telah menemukan efek yang moderat pada investasi bisnis dan konsumsi, tetapi bukan perubahan transformatif yang dijanjikan oleh para pendukung awalnya. Sektor ini telah merespons dengan aturan perlindungan konsumen, suku bunga yang lebih rendah, dan berbagai layanan yang lebih luas.
Mikrofinans bukanlah obat untuk kemiskinan. Ini adalah sebuah alat, dan seperti alat lainnya, ia bekerja lebih baik dalam konteks tertentu daripada yang lain.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment