Standar emisi adalah peraturan yang membatasi polutan yang boleh dilepaskan oleh kendaraan. Standar ini mencakup karbon monoksida, nitrogen oksida, partikulat, dan hidrokarbon yang tidak terbakar. Di beberapa wilayah hukum, standar ini juga mengatur gas rumah kaca. Standar tersebut ditetapkan oleh pemerintah dan ditegakkan melalui pengujian dan sertifikasi.
Sejarah ini memberikan pelajaran berharga. Pada tahun 1960-an di Los Angeles, kabut asap begitu tebal sehingga sekolah-sekolah ditutup dan orang-orang mengenakan masker. Undang-Undang Udara Bersih tahun 1970 memberi wewenang kepada Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) yang baru dibentuk untuk mengatur emisi kendaraan. Konverter katalitik, bensin tanpa timbal, dan injeksi bahan bakar pun menyusul. Kualitas udara pun meningkat drastis. California, yang sejak lama menetapkan standar yang lebih ketat, telah menjadi pelopor dalam mendorong kendaraan yang lebih bersih.
Eropa menggunakan standar Euro, saat ini Euro 7, yang memperketat batasan oksida nitrogen dan partikulat. China memiliki standar China 6 sendiri. Regulasi ini mendorong perkembangan teknologi. Produsen mobil menginvestasikan miliaran dolar untuk memenuhinya, dan biaya tersebut dibebankan kepada konsumen. Namun, manfaat kesehatannya sangat besar. Sebuah studi oleh American Lung Association memperkirakan bahwa kendaraan yang lebih bersih mencegah ribuan kematian dini setiap tahunnya.
Tantangan selanjutnya adalah gas rumah kaca. Uni Eropa telah mengusulkan pelarangan penjualan mobil bensin dan diesel baru pada tahun 2035. Beberapa negara dan negara bagian telah menetapkan target serupa. Standar emisi menjadi alat untuk kebijakan iklim, bukan hanya kualitas udara.
Comments (2)
Leave a comment