Polikultur adalah kebalikan dari monokultur. Alih-alih satu jenis tanaman di area yang luas, beberapa spesies tumbuh bersama di lahan yang sama. Kombinasinya bisa sederhana, seperti jagung dan kacang-kacangan, atau kompleks, seperti kebun rumah tropis dengan puluhan spesies yang ditanam berlapis-lapis dari kanopi hingga tanah.
Sistem pertanian tradisional di seluruh dunia sebagian besar berupa polikultur. Sistem Milpa di Mesoamerika, sistem padi-ikan di Tiongkok, dan kebun rumah di Jawa semuanya menanamkan banyak spesies dalam ruang kecil. Setiap tanaman menggunakan ceruk yang berbeda, dan hama akan lebih sulit menemukan inangnya ketika dikelilingi oleh spesies lain.
Mengapa petani menggunakannya?
- Menyebarkan risiko ke berbagai tanaman
- Memanfaatkan cahaya, air, dan tanah dengan lebih efisien.
- Mengurangi tekanan hama dan penyakit
- Meningkatkan penutupan tanah dan mengurangi erosi.
Polikultur lebih sulit untuk dimekanisasi. Pemanenannya rumit, dan bahan kimia yang menargetkan satu tanaman dapat membahayakan tanaman lain. Itulah mengapa polikultur mendominasi di lahan pertanian kecil dan kesulitan di lahan pertanian besar, meskipun penanaman berjalur dan tumpang sari bergantian mulai diterapkan dalam sistem industri.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment