Tanaman penutup tanah adalah tanaman yang ditanam terutama untuk melindungi dan memperkaya tanah, bukan untuk dipanen, biasanya di antara tanaman komersial utama atau selama periode bera. Tanaman penutup tanah yang umum meliputi semanggi, vetch, gandum hitam, oat, gandum hitam, lobak, dan sawi. Tanaman ini mengurangi erosi, menekan gulma, menambah bahan organik, mengikat nitrogen (dalam kasus legum), menyerap nutrisi sisa, memperbaiki struktur tanah, dan mendukung penyerbuk dan serangga bermanfaat. Penggunaan tanaman penutup tanah sudah ada sejak pertanian Romawi dan Tiongkok kuno, di mana legum dan rumput digunakan untuk mengembalikan kesuburan tanah. Minat meningkat pesat pada abad ke-20 dan ke-21 seiring meningkatnya kekhawatiran tentang degradasi tanah, limpasan nutrisi, dan perubahan iklim. Tanaman penutup tanah dapat dimusnahkan dengan pemotongan, penggilingan, penggembalaan, atau herbisida dan dibiarkan sebagai mulsa, atau dimasukkan ke dalam tanah sebagai pupuk hijau. Tanaman ini merupakan praktik utama dalam pertanian konservasi, pertanian organik, dan pertanian regeneratif, dan didukung oleh program pembagian biaya pemerintah di Amerika Serikat dan Eropa.
🌿 Tanaman penutup tanah
Tanaman yang ditanam untuk melindungi dan memperkaya tanah di antara tanaman utama.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment