Femininitas bukanlah biologi. Ia adalah serangkaian harapan sosial yang terkait dengan menjadi perempuan — bagaimana penampilan, cara berbicara, gerakan, dan hubungan dengan orang lain. Harapan ini bervariasi di berbagai budaya dan era. Di Inggris era Victoria, femininitas berarti kesopanan dan peran domestik. Di dunia korporasi Amerika tahun 1980-an, itu berarti bantalan bahu dan ketegasan. Saat ini, definisi-definisi tersebut diperdebatkan dan bersifat jamak.
Sosiolog membedakan feminitas dari sifat kewanitaan. Seseorang bisa berjenis kelamin perempuan tanpa menunjukkan sifat kewanitaan. Seseorang bisa berjenis kelamin laki-laki dan menunjukkan sifat kewanitaan. Gender adalah sesuatu yang dilakukan orang, bukan sesuatu yang melekat pada diri mereka, demikian argumen Candace West dan Don Zimmerman dalam artikel klasik mereka tahun 1987.
Harapan umum
- Penampilan: kelembutan, perawatan diri, mode
- Emosi: kehangatan, pengasuhan, ekspresif
- Perilaku: kesopanan, kerja sama, rasa hormat
- Seksualitas: kesopanan, daya tarik, monogami
Femininitas bukanlah sesuatu yang secara inheren menindas. Tetapi ketika dipaksakan secara kaku, ia membatasi pilihan. Pria yang melanggar norma feminin menghadapi hinaan homofobik. Wanita yang menolaknya disebut tidak feminin atau lebih buruk lagi.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment