Deviasi standar mengukur seberapa tersebar nilai-nilai dalam suatu distribusi di sekitar nilai rata-rata. Deviasi standar yang kecil berarti sebagian besar nilai terkumpul rapat; deviasi standar yang besar berarti nilai-nilai tersebar luas. Statistik ini adalah akar kuadrat dari rata-rata deviasi kuadrat dari nilai rata-rata.
Karena menggunakan satuan yang sama dengan data asli, deviasi standar lebih mudah diinterpretasikan daripada varians. Dalam distribusi normal, sekitar 68 persen skor berada dalam satu simpangan baku dari rata-rata. Sifat ini menjadikan deviasi standar sebagai hal yang penting dalam penilaian terstandarisasi dan dalam banyak statistik inferensial.
Nilai-nilai ekstrem (outlier) memperbesar nilai sebenarnya, sehingga para peneliti terkadang memeriksa distribusi dengan cermat atau menggunakan alternatif yang lebih kuat. Namun demikian, untuk sebagian besar data psikologis dan pendidikan, deviasi standar tetap menjadi ukuran variabilitas standar.
- Jarak rata-rata skor dari nilai rata-rata
- Dinyatakan dalam satuan yang sama dengan data.
- Sensitif terhadap skor ekstrem
- Parameter kunci dari kurva normal
Pelaporan tanpa menyertakan simpangan baku membuat pembaca tidak dapat menilai konsistensi hasilnya.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment