Tidak semua aktivitas harus dilakukan di dalam perusahaan. Alih daya (outsourcing) adalah pengontrakan penyedia eksternal untuk melakukan fungsi bisnis yang seharusnya dapat dilakukan secara internal.
Perusahaan melakukan outsourcing untuk IT, manufaktur, logistik, layanan pelanggan, dan pekerjaan profesional spesialis. Motivasinya meliputi biaya, akses ke keahlian, fokus pada aktivitas inti, dan kapasitas yang variabel. Kontrak menentukan tingkat layanan, harga, hak kekayaan intelektual, dan ketentuan penghentian kontrak.
Outsourcing menggeser beban operasional tetapi tidak mengubah pertanggungjawaban akhir atas hasilnya. Kontrak yang kurang spesifik dan tata kelola yang lemah menghasilkan biaya tersembunyi dan kejutan kualitas. Outsourcing yang sukses memperlakukan hubungan penyedia sebagai kemitraan yang terkelola, bukan sekadar transaksi.
- Mengontrak pihak eksternal untuk fungsi bisnis.
- Digunakan karena alasan biaya, keahlian, atau fokus.
- Membutuhkan tingkat layanan dan tata kelola yang jelas.
- Tidak menghilangkan pertanggungjawaban atas hasil akhir.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment