Kolom adalah elemen struktural vertikal yang mentransfer beban ke bawah. Kolom menopang berat balok, pelat, dan atap ke pondasi. Kolom terutama bekerja dalam kondisi tekan. Kolom yang pendek dan gemuk akan hancur. Kolom yang tinggi dan ramping akan melengkung. Hubungan antara panjang, bentuk, dan material menentukan seberapa besar beban yang dapat ditanggungnya. Kolom adalah salah satu elemen struktural tertua dalam arsitektur. Bangsa Yunani mengukirnya dari batu. Bangsa Romawi menyempurnakan proporsinya. Insinyur modern membangunnya dari baja dan beton bertulang.
Kolom hadir dalam berbagai jenis. Kolom baja seringkali berbentuk I atau tabung berongga. Kolom beton diperkuat dengan tulangan baja dan dapat dicor di tempat atau dicetak terlebih dahulu. Kolom kayu digunakan dalam konstruksi rangka ringan. Kolom komposit menggabungkan baja dan beton. Kolom dapat terlihat atau tersembunyi di dalam dinding. Di beberapa bangunan, kolom ditonjolkan. Di bangunan lain, kolom disembunyikan.
Sambungan itu penting. Sebuah kolom harus mentransfer bebannya ke fondasi dan menerima beban dari balok dan pelat di atasnya. Sambungan yang detailnya buruk dapat gagal, terutama di bawah beban gempa atau angin. Di zona gempa, kolom harus dirancang agar dapat melentur tanpa patah, dan sambungannya harus lebih kuat daripada elemen-elemennya. Kolom adalah konsep yang sederhana. Rekayasa di baliknya tidak.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment