Dalam tabrakan frontal, mobil berhenti dalam waktu sekitar 100 milidetik. Penumpang terus bergerak. Kantung udara mengembang dalam waktu 30 milidetik, lebih cepat dari kedipan mata, untuk meredam gerakan tersebut. Kantung udara ini terbuat dari nilon yang dilipat di dalam setir, dasbor, jok, atau rel atap, dan mengembang ketika sensor mendeteksi perlambatan mendadak.
Proses kimianya sangat dahsyat. Muatan peledak kecil menyulut propelan padat, biasanya natrium azida atau senyawa serupa, menghasilkan semburan gas nitrogen. Kantung udara mengembang hingga ukuran penuh, lalu segera mengeluarkan udara melalui lubang-lubang pada kain. Seluruh rangkaian proses ini selesai dalam sepersekian detik. Pengemudi menabrak kantung udara saat mengempis, yang menyerap energi alih-alih memantulkannya kembali.
Airbag adalah alat pengaman tambahan. Airbag bekerja bersama sabuk pengaman, bukan sebagai pengganti sabuk pengaman. Penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman dapat tergelincir ke bawah airbag atau terlempar ke dalamnya dengan sudut yang salah. Anak-anak di bawah 13 tahun sebaiknya duduk di kursi belakang, karena airbag depan dapat melukai tubuh kecil. Airbag samping, airbag tirai, dan airbag lutut memberikan perlindungan tambahan dalam berbagai jenis kecelakaan.
Inflator Takata yang cacat memicu penarikan kembali kendaraan terbesar dalam sejarah, yang memengaruhi puluhan juta kendaraan. Pelajarannya sangat jelas: perangkat keselamatan yang gagal dapat lebih berbahaya daripada tidak ada sama sekali.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment