Pastoralisme adalah strategi subsisten yang berbasis pada penggembalaan hewan ternak. Para penggembala memelihara sapi, domba, kambing, unta, yak, atau rusa kutub, tergantung pada lingkungan. Mereka bergantung pada produk hewan: susu, daging, darah, kulit, dan wol. Beberapa kelompok sepenuhnya nomaden, terus berpindah-pindah. Kelompok lain mempraktikkan transhumansi, berpindah antara padang rumput musim panas dan musim dingin yang tetap sambil mempertahankan basis tempat tinggal. Pastoralisme paling efektif di lahan yang terlalu kering, curam, atau dingin untuk pertanian.
Penggembalaan membentuk kehidupan sosial. Hewan ternak adalah kekayaan. Mas kawin sering dibayarkan dalam bentuk ternak, dan kedudukan keluarga diukur dari ukuran kawanan ternak. Laki-laki biasanya mengendalikan ternak, sementara perempuan mengelola pengolahan susu dan ekonomi rumah tangga. Para penggembala mengembangkan pengetahuan mendalam tentang perilaku hewan, pola penggembalaan, dan cuaca. Mereka juga menjalin hubungan yang tegang namun penting dengan para petani, menukar daging dan susu dengan biji-bijian dan peralatan.
Pola umum
- Kawanan ternak yang berpindah-pindah mengikuti padang penggembalaan musiman.
- Mas kawin dibayar dalam bentuk ternak.
- Susu dan darah sebagai makanan pokok sehari-hari.
- Berdagang dengan komunitas petani.
Para peternak bukanlah peninggalan dari zaman dahulu. Banyak di antara mereka beroperasi dalam ekonomi modern, menjual ternak di pasar perkotaan dan menggunakan truk serta telepon untuk mengelola kawanan ternak.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment