Hortikultura adalah sistem pertanian skala kecil yang menggunakan alat-alat tangan sederhana. Tongkat penggali, cangkul, dan parang digunakan untuk pekerjaan tersebut. Tidak ada bajak, tidak ada hewan penarik, tidak ada saluran irigasi. Kebun sering kali dibersihkan dengan cara tebang bakar, kemudian ditanami berbagai macam tanaman: ubi jalar, talas, jagung, kacang-kacangan, pisang. Setelah beberapa musim, kesuburan tanah menurun dan lahan tersebut ditinggalkan. Petani pindah dan membersihkan lahan baru.
Sistem ini mendukung populasi yang lebih besar daripada sistem mencari makan, tetapi lebih kecil daripada pertanian intensif. Sistem ini umum di hutan tropis dan daerah perbukitan di mana bajak tidak praktis. Para petani sering tinggal di desa dan memelihara jaringan kekerabatan yang kompleks. Tanah biasanya dimiliki oleh garis keturunan atau klan, bukan individu. Surplusnya sedikit, sehingga spesialis kerajinan dan penguasa penuh waktu jarang ditemukan.
Fitur utama
- Hanya menggunakan perkakas tangan; tidak diperbolehkan menggunakan bajak atau hewan penarik.
- Pertanian berpindah dengan periode bera.
- Tanaman campuran, bukan hanya satu jenis lahan.
- Kehidupan desa dengan kepemilikan tanah berdasarkan kekerabatan.
Hortikultura berada di antara pengumpulan makanan liar dan pertanian intensif. Hal ini menunjukkan bahwa pertanian hadir dalam berbagai bentuk, bukan hanya model industri.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment