Serikultur adalah pemeliharaan ulat sutra untuk menghasilkan sutra mentah. Praktik ini dimulai di Tiongkok sekitar 2.700 SM, menurut tradisi, dan merupakan rahasia yang dijaga ketat selama ribuan tahun. Sutra menjadi salah satu barang dagangan paling berharga di dunia kuno, dan Jalur Sutra mengambil namanya dari sutra.
Prosesnya dimulai dengan ulat sutra murbei, Bombyx mori, yang hanya memakan daun murbei. Petani memelihara ulat di dalam ruangan, memberi mereka makan daun yang dicincang beberapa kali sehari. Setelah sekitar satu bulan, ulat-ulat tersebut membuat kepompong dari satu benang sutra, hingga sepanjang satu kilometer. Kepompong dipanen, dan pupa dibunuh dengan panas sebelum mereka dapat keluar dan memutuskan benang. Filamen-filamen tersebut dipintal bersama menjadi benang.
Di mana itu terjadi
- China dan India memproduksi sebagian besar sutra mentah di dunia.
- Uzbekistan, Thailand, dan Brasil adalah produsen penting.
- Budidaya ulat sutra skala kecil mendukung mata pencaharian masyarakat pedesaan.
- Sutra liar seperti sutra tussah berasal dari spesies ngengat lain.
Budidaya ulat sutra membutuhkan banyak tenaga kerja dan sensitif terhadap suhu serta penyakit. Selain itu, budidaya ini juga membutuhkan pasokan daun murbei yang stabil, sehingga pemeliharaan ulat sutra dan budidaya murbei biasanya dilakukan bersamaan.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment