EN - FR - DE - ES - IT - PT -

LexiconDream

📚 Aristotelianisme

Filsafat Aristoteles, yang menekankan pengamatan empiris.

Aristotelianisme

Aristoteles belajar di bawah bimbingan Plato selama dua puluh tahun, kemudian menempuh jalannya sendiri. Jika Plato menempatkan realitas pada Bentuk-Bentuk abadi, Aristoteles melihat pada benda-benda itu sendiri. Filsafatnya dimulai dengan pengamatan. Ia membedah hewan, mengatalogkan tumbuhan, menganalisis konstitusi, dan menulis tentang logika, etika, politik, biologi, dan metafisika. Hasilnya adalah sebuah sistem yang begitu komprehensif sehingga membentuk pemikiran Barat selama hampir dua milenium.

Aristotelianisme berpendapat bahwa pengetahuan dimulai dari pengalaman. Bentuk-bentuk ada, tetapi bukan di alam yang terpisah. Bentuk-bentuk tersebut adalah struktur yang tertanam dalam hal-hal tertentu. Seekor kuda adalah kuda karena bentuk yang diwujudkannya, bukan karena ia berpartisipasi dalam Kuda yang sempurna di luar dunia. Etikanya berpusat pada kebajikan, yang dipahami sebagai jalan tengah antara ekstrem, yang dipupuk melalui kebiasaan. Politiknya memperlakukan polis sebagai lingkungan alami bagi kemajuan manusia. Logikanya, terutama silogisme, mendominasi penalaran Barat hingga abad ke-19.

Fitur inti

Para pemikir abad pertengahan seperti Thomas Aquinas memadukan Aristotelianisme dengan teologi Kristen. Para sarjana Islam seperti Avicenna dan Averroes melestarikan dan mengembangkannya. Pengaruhnya tetap ada dalam etika, biologi, dan teori politik.

Comments

No comments yet. Be the first to share a thought.

Leave a comment