Sebelum pindah masuk, penyewa membayar sejumlah uang tambahan kepada pemilik rumah yang akan dijadikan jaminan untuk kemungkinan kerusakan atau tunggakan sewa. Jumlah tersebut adalah uang jaminan. Ini bukan uang sewa satu bulan tambahan; ini adalah agunan.
Undang-undang negara bagian mengatur jumlah maksimum, pemberitahuan yang diperlukan, pengurangan yang diizinkan, dan tenggat waktu pengembalian. Pemilik properti biasanya harus menyimpan deposit di rekening yang sesuai dan memberikan laporan terperinci saat melakukan pengurangan. Kerusakan akibat pemakaian normal tidak dapat dibebankan pada deposit.
Perselisihan mengenai uang jaminan sewa adalah salah satu konflik paling umum antara pemilik dan penyewa. Inspeksi saat masuk dan keluar yang jelas disertai foto akan melindungi kedua belah pihak. Penyewa yang meninggalkan properti dalam keadaan bersih dan tidak rusak serta memenuhi perjanjian sewa biasanya akan mendapatkan kembali uang jaminan mereka. Pemilik properti yang mengikuti peraturan perundang-undangan akan terhindar dari sanksi karena penahanan uang jaminan yang tidak sah.
- Dana yang ditahan untuk menutupi kerusakan atau sewa yang belum dibayar
- Diatur oleh hukum negara bagian mengenai jumlah dan pengembalian.
- Tidak dapat digunakan untuk penggunaan normal dan keausan
- Sumber umum perselisihan di akhir masa sewa
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment