Alih-alih memiliki unit secara penuh, seorang penghuni memiliki saham di sebuah perusahaan yang memiliki gedung tersebut. Struktur tersebut disebut koperasi, atau co-op. Saham tersebut memberi hak kepada pemiliknya untuk mendapatkan sewa kepemilikan atas apartemen tertentu.
Koperasi perumahan umum ditemukan di beberapa kota besar. Dewan direksi, yang dipilih oleh pemegang saham, menyetujui pembeli baru, menetapkan aturan, dan mengelola keuangan bangunan. Pembiayaan seringkali berupa pinjaman saham daripada hipotek tradisional. Biaya perawatan bulanan mencakup hipotek bangunan, pajak, dan biaya operasional.
Dewan pengurus bisa selektif, terkadang menolak pelamar karena alasan keuangan atau alasan lainnya. Penjualan kembali bisa memakan waktu lebih lama daripada penjualan kondominium karena proses persetujuannya. Bagi penghuni yang menghargai kontrol komunitas yang ketat dan merasa nyaman dengan struktur kepemilikan saham, koperasi tetap menjadi bentuk perumahan yang tahan lama.
Rasa kepemilikan terasa berbeda ketika asetnya berupa saham dibandingkan dengan properti riil itu sendiri.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment