Suatu kelompok menghadapi ketidakpastian dan satu orang berhasil menyelaraskan upaya menuju tujuan bersama. Kepemimpinan adalah proses memengaruhi orang lain untuk memahami dan menyetujui apa yang perlu dilakukan dan bagaimana caranya, serta memfasilitasi upaya individu dan kolektif untuk mencapai tujuan bersama.
Pendekatan sifat (trait approaches) mencari karakteristik stabil dari pemimpin yang efektif; pendekatan perilaku (behavioral approaches) memeriksa apa yang sebenarnya dilakukan pemimpin; teori kontingensi (contingencyories) menekankan kesesuaian antara gaya dan situasi. Kepemimpinan transformasional menginspirasi dengan mengartikulasikan visi dan mendukung pengembangan; kepemimpinan transaksional bergantung pada pertukaran penghargaan dan upaya.
Kepemimpinan dapat bersifat formal atau muncul secara spontan, terkonsentrasi atau tersebar. Konteks yang beragam, mulai dari unit militer hingga organisasi sukarelawan hingga perusahaan global, menuntut hal yang berbeda dari para pemimpin. Penelitian terus berlanjut mengenai kepemimpinan etis, pengikut, dan kondisi di mana kepemimpinan berhasil atau gagal. Pengaruh tanpa paksaan tetap menjadi inti praktis dari fenomena ini.
- Mempengaruhi orang lain menuju tujuan bersama.
- Dipelajari melalui ciri-ciri, perilaku, dan situasi.
- Mencakup gaya transformasional dan transaksional.
- Bisa formal atau terdistribusi
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment