Tingkat metabolisme basal adalah jumlah energi yang dikeluarkan tubuh saat istirahat total untuk mempertahankan fungsi fisiologis dasar—pernapasan, sirkulasi, produksi sel, dan pengaturan suhu. Biasanya diukur pada pagi hari setelah puasa semalaman, dalam lingkungan yang netral secara termal, dengan orang tersebut terjaga tetapi tidak bergerak.
BMR (Basal Metabolic Rate) menyumbang sebagian besar pengeluaran kalori harian pada kebanyakan orang. Nilainya bervariasi tergantung ukuran tubuh, komposisi tubuh, usia, dan jenis kelamin. Jaringan otot membakar lebih banyak energi saat istirahat daripada jaringan lemak, sehingga dua orang dengan berat badan yang sama dapat memiliki tingkat BMR yang berbeda. BMR menurun secara bertahap seiring bertambahnya usia, sebagian karena hilangnya massa otot. Hormon tiroid merupakan pengatur utama; baik aktivitas tiroid yang kurang maupun berlebihan menghasilkan perubahan yang sesuai pada laju metabolisme.
Pengetahuan tentang BMR membantu dalam merancang program pengelolaan berat badan dan dalam menilai kebutuhan nutrisi selama sakit. Kalorimetri tidak langsung—mengukur konsumsi oksigen—tetap menjadi metode standar emas, meskipun persamaan berdasarkan tinggi badan, berat badan, usia, dan jenis kelamin memberikan perkiraan yang berguna.
Meskipun tubuh tampak diam, tubuh terus menerus mengeluarkan energi hanya untuk tetap hidup. Pengeluaran energi itulah yang disebut laju metabolisme basal.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment