Kelangkaan air adalah kurangnya air tawar yang cukup untuk memenuhi permintaan. Hal ini memengaruhi lebih dari 2 miliar orang. Sebagian tinggal di daerah kering dengan curah hujan sedikit. Sebagian lainnya tinggal di tempat basah di mana airnya tercemar atau dikelola dengan buruk. Kelangkaan bukan hanya tentang kuantitas. Kualitas juga penting. Sungai yang terlalu tercemar untuk diminum bukanlah sumber daya yang dapat digunakan.
Pertanian mengonsumsi sekitar 70 persen dari pengambilan air tawar. Menanam tanaman untuk makanan dan pakan ternak membutuhkan volume air yang sangat besar. Industri menggunakan 20 persen lainnya. Rumah tangga menggunakan sisanya. Seiring pertumbuhan populasi dan pergeseran pola makan ke arah konsumsi daging yang lebih banyak, permintaan pun meningkat. Perubahan iklim mengubah pola curah hujan, membuat daerah kering menjadi lebih kering dan daerah basah menjadi lebih bervariasi.
Solusi sudah diketahui. Irigasi tetes mengurangi penggunaan air secara drastis. Mendaur ulang air limbah untuk irigasi dan industri juga membantu. Memperbaiki kebocoran pada pipa tua menghemat miliaran liter. Desalinasi menyediakan air di daerah pesisir tetapi menggunakan banyak energi. Penetapan harga air secara realistis mendorong konservasi. Tantangannya adalah politik. Air sering disubsidi, yang menghambat efisiensi. Reformasi berjalan lambat dan penuh kontroversi.
Penyebab utama
- Kekeringan dan perubahan iklim
- Pertumbuhan penduduk
- Permintaan pertanian
- Polusi
- Infrastruktur yang buruk dan kebocoran
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment