Setiap orang mengonsumsi sumber daya dan menghasilkan limbah. Jejak ekologis mengukur berapa banyak lahan dan area perairan yang dibutuhkan suatu populasi untuk menghasilkan apa yang dikonsumsinya dan menyerap apa yang dibuangnya. Jejak ekologis dinyatakan dalam hektar global, satuan standar yang memperhitungkan berbagai jenis lahan: lahan pertanian, lahan penggembalaan, hutan, tempat penangkapan ikan, dan area terbangun. Konsep ini dikembangkan oleh Mathis Wackernagel dan William Rees pada awal tahun 1990-an.
Jejak ekologis sangat bervariasi. Seseorang di Amerika Serikat menggunakan sekitar delapan hektar lahan global. Seseorang di India menggunakan sekitar satu hektar. Jika semua orang hidup seperti rata-rata orang Amerika, umat manusia akan membutuhkan beberapa Bumi untuk memenuhi permintaan tersebut. Rata-rata global saat ini melebihi kemampuan regenerasi planet, yang berarti kita sedang menguras modal alam. Kesenjangan ini disebut kelebihan ekologis (ecological overshoot). Emisi karbon dari pembakaran bahan bakar fosil merupakan bagian terbesar dari sebagian besar jejak ekologis.
Apa yang termasuk dalam jejak tersebut?
- Lahan pertanian untuk pangan dan serat.
- Lahan penggembalaan untuk ternak.
- Hutan untuk kayu dan penyerapan karbon.
- Area penangkapan ikan dan lahan yang sudah dibangun.
Para kritikus mencatat bahwa metrik ini menyederhanakan pertimbangan yang kompleks. Metrik ini memperlakukan semua lahan sebagai setara dan tidak mencakup kelangkaan air atau hilangnya keanekaragaman hayati. Namun demikian, metrik ini memberikan gambaran kasar tentang seberapa banyak alam yang dibutuhkan gaya hidup kita.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment