Dalam suatu larutan, zat terlarut adalah zat yang dilarutkan. Pelarut adalah zat yang melarutkan. Air garam adalah larutan garam dalam air. Garam adalah zat terlarut. Air adalah pelarut. Zat terlarut biasanya hadir dalam jumlah yang lebih kecil daripada pelarut. Ketika Anda menambahkan gula ke kopi, gula adalah zat terlarut. Kopi adalah pelarut. Perbedaan ini penting untuk menghitung konsentrasi dan memprediksi sifat-sifatnya.
Zat terlarut dapat berupa padat, cair, atau gas. Garam dan gula adalah zat terlarut padat. Etanol dalam air adalah zat terlarut cair. Karbon dioksida dalam soda adalah zat terlarut gas. Partikel zat terlarut tersebar di seluruh pelarut. Dalam larutan, zat terlarut dan pelarut membentuk campuran homogen. Partikel zat terlarut terlalu kecil untuk dilihat dan tidak mengendap.
Sifat-sifat suatu larutan bergantung pada zat terlarut dan pelarutnya. Penambahan zat terlarut memengaruhi titik didih, titik beku, tekanan uap, dan tekanan osmotik. Ini disebut sifat koligatif. Sifat-sifat ini bergantung pada jumlah partikel zat terlarut, bukan identitasnya. Itulah mengapa garam mencairkan es dan antibeku menurunkan titik beku air.
Zat terlarut dapat berupa elektrolit atau non-elektrolit. Elektrolit berdisosiasi menjadi ion dalam larutan dan menghantarkan listrik. Natrium klorida adalah elektrolit kuat. Asam asetat adalah elektrolit lemah. Gula adalah non-elektrolit. Perbedaan ini memengaruhi sifat koligatif dan perilaku larutan.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment