Suatu reaksi kimia dimulai dengan reaktan. Reaktan adalah zat-zat yang dikonsumsi selama reaksi. Reaktan muncul di sisi kiri persamaan kimia. Dalam reaksi 2H2 + O2 -> 2H2O, reaktannya adalah hidrogen dan oksigen. Tanda panah menunjukkan menghasilkan atau menghasilkan produk. Produk berada di sebelah kanan. Persamaan tersebut seimbang sehingga jumlah atom dari setiap unsur sama di kedua sisi. Materi bersifat kekal.
Jumlah reaktan menentukan seberapa banyak produk yang dapat terbentuk. Reaktan pembatas adalah reaktan yang habis terlebih dahulu. Reaktan ini membatasi luas reaksi. Reaktan berlebih adalah reaktan yang tersisa setelah reaksi selesai. Mengidentifikasi reaktan pembatas adalah langkah kunci dalam stoikiometri. Hal ini menentukan hasil teoritis.
Reaktan dapat berupa unsur, senyawa, atau ion. Reaktan dapat berada dalam berbagai wujud zat: padat, cair, gas, atau larutan. Laju reaksi bergantung pada konsentrasi, suhu, luas permukaan, dan keberadaan katalis. Meningkatkan konsentrasi reaktan biasanya meningkatkan laju reaksi karena terjadi lebih banyak tumbukan. Meningkatkan suhu meningkatkan energi kinetik molekul, sehingga tumbukan menjadi lebih energik.
Kata reaktan terkadang digunakan secara bergantian dengan pereaksi. Pereaksi adalah zat yang digunakan untuk memicu reaksi, dan mungkin habis atau tidak. Reaktan selalu habis. Perbedaan ini penting dalam praktik laboratorium.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment