Tato dulunya dianggap menyimpang. Sekarang tato sudah menjadi hal yang umum. Penyimpangan merujuk pada perilaku yang melanggar norma sosial, tetapi norma terus berubah. Apa yang disebut menyimpang oleh satu generasi, disebut normal oleh generasi berikutnya. Sosiolog tidak menilai apakah suatu tindakan pada dasarnya salah. Mereka bertanya bagaimana dan mengapa tindakan tertentu diberi label menyimpang, dan siapa yang memiliki kekuasaan untuk menerapkan label tersebut.
Emile Durkheim berpendapat bahwa penyimpangan bersifat fungsional. Penyimpangan memperjelas batasan moral, memperkuat solidaritas kelompok, dan dapat memicu perubahan sosial. Teori konflik berfokus pada kekuasaan: hukum dan norma sering kali melindungi kepentingan kelompok dominan. Teori pelabelan, yang dikaitkan dengan Howard Becker, menyatakan bahwa penyimpangan bukanlah kualitas dari tindakan itu sendiri, melainkan konsekuensi dari reaksi orang lain.
Contoh di berbagai kategori
- Penyimpangan formal: kejahatan, dapat dihukum menurut hukum.
- Penyimpangan informal: perilaku tidak sopan, menerobos antrean
- Penyimpangan tanpa korban: pakaian atau gaya hidup yang tidak konvensional
- Penyimpangan inovatif: pembangkangan sipil, pengungkapan informasi rahasia.
Tidak semua penyimpangan bersifat negatif. Seniman, reformis, dan pengusaha sering melanggar norma untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment