Robot otonom beroperasi tanpa kendali langsung manusia. Ia merasakan lingkungannya, membuat keputusan, dan bertindak berdasarkan keputusan tersebut. Drone yang dikendalikan dari jarak jauh bukanlah robot otonom. Drone yang memetakan suatu area, menghindari rintangan, dan mendarat sendiri adalah drone otonom.
Otonomi adalah sebuah spektrum. Di ujung bawah, robot mengikuti jalur tetap dan berhenti jika mendeteksi rintangan. Di ujung atas, robot menavigasi medan yang tidak dikenal, mengidentifikasi objek, dan merencanakan tugas-tugas kompleks. Sebagian besar robot otonom komersial berada di tengah-tengah: mesin pembersih lantai otomatis di bandara, robot pengiriman di kampus, dan robot gudang yang menavigasi di sekitar orang dan satu sama lain.
Kemampuan inti robot otonom
- Persepsi: kamera, lidar, dan sensor untuk memahami lingkungan sekitar.
- Lokalisasi: mengetahui di mana posisi robot pada peta.
- Perencanaan: memutuskan jalur mana yang akan diambil dan tindakan apa yang akan dilakukan.
- Kontrol: mengeksekusi gerakan dengan akurat.
- Pembelajaran: meningkatkan kinerja dari waktu ke waktu.
Bagian tersulit adalah ketidakpastian. Dunia nyata itu berantakan. Orang-orang bergerak secara tak terduga. Pencahayaan berubah. Permukaan bervariasi. Robot otonom menggunakan sensor redundan dan perilaku konservatif untuk mengatasi ketidakpastian tersebut. Ketika mereka tidak dapat menentukan apa yang harus dilakukan, mereka berhenti dan meminta bantuan. Itu adalah fitur desain, bukan kegagalan. Otonomi penuh dalam semua kondisi masih jarang terjadi. Robot yang bekerja paling baik adalah robot yang mengetahui batas kemampuannya.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment