Aljabar dimulai ketika aritmatika tidak lagi cukup. Alih-alih hanya bekerja dengan angka-angka tertentu, aljabar menggunakan huruf—x, y, n—untuk mewakili besaran yang tidak diketahui atau berubah. Pergeseran ini memungkinkan Anda untuk menulis aturan umum, menyelesaikan nilai yang hilang, dan menggambarkan hubungan yang berlaku di banyak kasus.
Contoh sederhana: jika panjang sebuah persegi panjang tiga kali lebih besar dari lebarnya, dan lebarnya adalah w, maka luasnya adalah w(w + 3). Huruf w dapat berupa angka apa pun, dan ekspresi tersebut menangkap pola tersebut sekali dan untuk selamanya. Menyelesaikan persamaan seperti 2x + 5 = 17 berarti menemukan nilai x yang membuat pernyataan tersebut benar. Di sini, x sama dengan 6.
Aljabar berkembang dari masalah-masalah praktis dalam perdagangan, warisan, dan pengukuran tanah. Para matematikawan Islam pada abad kesembilan, terutama al-Khwarizmi, mensistematiskan metode untuk menyelesaikan persamaan. Saat ini, subjek ini mencakup berbagai hal, mulai dari manipulasi ekspresi dasar hingga struktur abstrak seperti grup, cincin, dan medan. Para insinyur, ekonom, dan programmer menggunakan pemikiran aljabar setiap hari, seringkali tanpa menyebutnya demikian.
- Menggunakan simbol untuk mewakili angka dan kuantitas.
- Memungkinkan aturan umum dan penyelesaian persamaan.
- Berakar dari matematika Islam abad kesembilan
- Meluas ke struktur abstrak dan pemodelan terapan
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment