Neraca perdagangan mengukur selisih antara apa yang dijual suatu negara ke luar negeri dan apa yang dibelinya dari negara lain. Ekspor dikurangi impor. Jika suatu negara mengekspor lebih banyak daripada mengimpor, negara tersebut mengalami surplus perdagangan. Jika mengimpor lebih banyak, negara tersebut mengalami defisit. Angka ini dilaporkan setiap bulan dan triwulanan, dan angka ini memengaruhi pasar.
Defisit tidak selalu buruk. Amerika Serikat telah mengalami defisit perdagangan selama beberapa dekade sambil terus mengembangkan ekonominya. Surplus tidak selalu baik. Jerman dan Tiongkok mengalami surplus, tetapi begitu juga negara-negara dengan permintaan domestik yang lemah. Konteks sangat penting: nilai mata uang, tingkat tabungan, dan rantai pasokan global semuanya membentuk neraca.
Para politisi sering menggunakan neraca perdagangan sebagai tolok ukur. Para ekonom biasanya menolak pandangan tersebut. Neraca perdagangan bilateral, khususnya, dapat menyesatkan karena komponen-komponennya melintasi perbatasan berkali-kali. Sebuah ponsel yang dirakit di Tiongkok mungkin berisi komponen dari Jepang, Korea Selatan, dan AS. Angka ekspor akhir mengkreditkan Tiongkok, tetapi nilainya dibagi rata.
Istilah-istilah kunci
- Ekspor: barang dan jasa yang dijual ke luar negeri
- Impor: barang dan jasa yang dibeli dari luar negeri
- Surplus perdagangan: ekspor melebihi impor
- Defisit perdagangan: impor melebihi ekspor
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment