Hard drive menyimpan data digital pada piringan magnetik yang berputar. Piringan tersebut berputar ribuan putaran per menit. Kepala baca/tulis melayang beberapa nanometer di atas permukaan, membaca dan menulis pola magnetik. Teknologi ini telah disempurnakan selama beberapa dekade. Kapasitasnya tumbuh dari megabyte pada tahun 1980-an menjadi terabyte saat ini. Biaya per gigabyte turun drastis. Hard drive tetap menjadi pilihan termurah untuk penyimpanan data dalam jumlah besar.
Mekanisme hard drive memiliki keterbatasan. Bagian yang bergerak akan aus. Kerusakan head dapat menghancurkan data secara instan. Waktu akses diukur dalam milidetik, yang lambat dibandingkan dengan solid-state drive (SSD). Getaran dan guncangan dapat merusak hard drive selama pengoperasian. Terlepas dari kelemahan ini, hard drive tetap bertahan karena harganya murah. Pusat data menggunakannya untuk backup, pengarsipan, dan penyimpanan dingin. Konsumen menggunakannya untuk perpustakaan media dan backup eksternal. Hard drive 20 terabyte harganya lebih murah daripada SSD 4 terabyte. Untuk beban kerja di mana kecepatan tidak terlalu penting, secara ekonomi hard drive lebih unggul. Teknologi ini tidak berhenti berkembang. Hard drive berisi helium mengurangi gesekan dan meningkatkan kapasitas. Perekaman magnetik shingled memadatkan track lebih rapat. Perekaman magnetik berbantuan panas menggunakan laser untuk menulis bit yang lebih kecil. Setiap kemajuan memperpanjang umur hard drive. Hard drive tidak akan bertahan selamanya. Tetapi hard drive belum mati.
Karakteristik hard drive
- Kapasitas — hingga 20+ terabyte per drive
- Kecepatan — 5.400 hingga 15.000 RPM, lebih lambat dari SSD
- Biaya — termurah per gigabyte
- Daya tahan — rentan terhadap guncangan dan keausan
- Kasus penggunaan — penyimpanan massal, pencadangan, pengarsipan
The hard drive is old technology that keeps getting better. It is not fast. It is cheap. That is enough for most storage.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment