Tapak ban adalah pola karet pada permukaan luar ban. Alur-alur tersebut mengalirkan air menjauh dari area kontak ban dengan permukaan jalan. Blok dan alur kecil (sipes) mencengkeram jalan. Pola tersebut bukan sekadar hiasan. Pola tersebut dirancang untuk kondisi tertentu, mulai dari permukaan jalan kering hingga lumpur dan salju.
Kedalaman alur tapak ban sangat penting. Ban baru memiliki kedalaman alur sekitar 10/32 inci. Pada kedalaman 2/32 inci, ban dianggap sudah aus secara legal di sebagian besar tempat. Daya cengkeram di permukaan basah menurun tajam di bawah 4/32 inci. Tes sederhana: masukkan koin satu sen terbalik ke dalam alur tapak ban. Jika kepala Lincoln terlihat sepenuhnya, ban sudah mendekati batas keausan.
Jenis pola tapak
- Simetris: sepanjang musim, dapat dirotasi di posisi mana pun.
- Asimetris: blok dalam dan luar yang berbeda untuk menikung.
- Arah: Alur berbentuk V untuk pembuangan air, rotasi satu arah.
- Musim dingin: alur yang rapat dan kompon yang lembut untuk cengkeraman dingin.
- Off-road: ruang kosong yang luas untuk membersihkan lumpur dan bebatuan.
Keausan tapak ban yang tidak merata menceritakan sebuah kisah. Bagian bahu ban yang aus menunjukkan tekanan ban kurang atau menikung tajam. Bagian tengah yang aus menunjukkan tekanan ban berlebih. Permukaan yang cekung atau bergerigi menunjukkan peredam kejut yang aus atau penyelarasan roda yang buruk. Memutar ban setiap 5.000 hingga 8.000 mil akan menyebarkan keausan dan memperpanjang umur pakai ban.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment