Suku adalah kelompok sosial yang lebih besar dari sekadar kelompok kecil, seringkali terikat oleh kekerabatan dan wilayah. Istilah ini memiliki sejarah yang rumit. Para antropolog awal menggunakannya untuk menggambarkan masyarakat pada tahap evolusi tertentu, antara kelompok kecil dan negara. Kerangka kerja itu telah hilang, tetapi kata tersebut tetap ada. Saat ini, istilah tersebut biasanya merujuk pada kelompok dengan nenek moyang, bahasa, atau wilayah yang sama yang mengakui beberapa bentuk identitas kolektif, seringkali melalui dewan atau kepala suku.
Suku-suku tidaklah seragam. Beberapa bersifat egaliter, yang lain memiliki garis keturunan yang berjenjang. Beberapa sepenuhnya merdeka, yang lain berada di dalam negara. Istilah ini seringkali diperdebatkan. Dalam konteks kolonial, para administrator menggunakan suku untuk memecah belah dan menguasai, menetapkan identitas yang sebelumnya tidak ada. Di Timur Tengah dan Afrika, afiliasi kesukuan tetap penting secara politik, terkadang dengan cara yang turut dibentuk oleh peta kolonial.
Fitur umum
- Kekerabatan sebagai prinsip pengorganisasian utama.
- Wilayah bersama atau tanah leluhur.
- Dewan atau kepala suku dengan wewenang terbatas.
- Organisasi segmenter: kelompok terpecah dan bersatu kembali.
Istilah suku hanya berguna jika digunakan dengan hati-hati. Istilah ini menggambarkan berbagai macam masyarakat, bukan hanya satu jenis masyarakat.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment