Berjalan dengan dua kaki adalah salah satu ciri khas garis keturunan manusia. Bipedalisme muncul pada hominin jutaan tahun sebelum otak besar atau alat batu. Bukti fosil, termasuk jejak kaki di Laetoli di Tanzania dan panggul Lucy, menunjukkan bahwa hominin awal adalah pejalan tegak sambil tetap menghabiskan waktu di pepohonan. Pergeseran ini tidak terjadi sekaligus. Itu adalah perombakan kerangka secara bertahap selama jutaan tahun.
Alasan mengapa hal itu terjadi masih menjadi perdebatan. Beberapa peneliti menunjuk pada perubahan iklim: seiring menyusutnya hutan dan meluasnya sabana, berjalan di antara pepohonan menjadi lebih efisien. Yang lain berpendapat bahwa hal itu membebaskan tangan untuk membawa makanan, peralatan, atau bayi. Gagasan lain adalah bahwa berdiri tegak mengurangi paparan panas di bawah sinar matahari terbuka. Penjelasan-penjelasan ini tidak saling bertentangan.
Tanda-tanda anatomi
- Panggul yang pendek dan berbentuk mangkuk, bukan panjang dan datar.
- Tulang belakang dengan lengkungan berbentuk S yang menempatkan kepala di atas pinggul.
- Tulang kaki miring ke dalam, sehingga telapak kaki berada di bawah pusat tubuh.
- Jempol kaki sejajar dengan jari-jari lainnya, bukan berlawanan arah.
Berjalan dengan dua kaki bukanlah hal yang unik bagi manusia, tetapi di antara primata hal itu jarang terjadi. Hal ini menjadi landasan bagi semua hal yang terjadi setelahnya.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment