Seseorang melakukan perjalanan jauh dari rumah untuk bersenang-senang, rasa ingin tahu, atau alasan pribadi dan berniat untuk kembali. Orang tersebut adalah seorang turis. Kunjungan tersebut bersifat sementara dan motif utamanya bukanlah pekerjaan yang menghasilkan upah.
Wisatawan mendukung hotel, restoran, transportasi, dan tempat wisata melalui pengeluaran mereka. Perilaku wisatawan beragam, mulai dari menunjukkan minat budaya yang penuh hormat hingga sekadar mengambil foto secara dangkal. Kepadatan, gesekan budaya, dan tekanan lingkungan dapat muncul ketika jumlah wisatawan melebihi kapasitas lokal.
Istilah ini terkadang membawa konotasi negatif ringan tentang kedangkalan; banyak wisatawan lebih menyukai label lain. Namun secara statistik, wisatawan tetap menjadi kategori standar untuk pengunjung rekreasi dalam data industri dan pemerintah. Memahami kebutuhan dan dampak wisatawan adalah dasar dari perencanaan pariwisata.
Setiap destinasi harus memutuskan berapa banyak wisatawan yang diinginkan dan jenis pengalaman apa yang akan ditawarkan kepada mereka.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment