Pada tahun 1800, sekitar 3% populasi dunia tinggal di kota. Saat ini, angkanya lebih dari 55%. Urbanisasi adalah peningkatan proporsi penduduk yang tinggal di kota. Hal ini didorong oleh migrasi dari pedesaan ke kota dan pertumbuhan penduduk alami di kota-kota. Ini adalah salah satu transformasi sosial paling signifikan dalam sejarah manusia.
Urbanisasi menyertai industrialisasi. Pabrik-pabrik menarik pekerja dari pertanian. Kota-kota menawarkan pekerjaan, pendidikan, dan layanan. Tetapi urbanisasi yang cepat dapat membebani infrastruktur. Permukiman kumuh tumbuh. Lalu lintas macet. Polusi meningkat. Pemerintah berjuang untuk mengimbanginya.
Konsekuensi urbanisasi
- Pertumbuhan ekonomi dan inovasi
- Tekanan pada perumahan, air, dan sanitasi
- Pencemaran lingkungan dan emisi karbon
- Keragaman sosial dan percampuran budaya
- Ketidaksetaraan antara permukiman formal dan informal
Urbanisasi tidak seragam. Beberapa kota merencanakan pertumbuhan. Kota-kota lain tidak. Curitiba, Brasil, dikenal karena transportasi berkelanjutannya. Lagos, Nigeria, bergumul dengan permukiman informal. Perbedaannya terletak pada kemauan politik dan sumber daya.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment