Istilah "orang ketiga" merujuk pada orang tambahan yang ikut-ikutan bersama pasangan. Imajinasi ini berasal dari sepeda: dua roda diperlukan, roda ketiga tidak diperlukan dan agak canggung. Orang ketiga sering kali merasakan ketidakseimbangan meskipun pasangan tersebut berusaha untuk melibatkan mereka.
Situasi ini muncul saat makan malam, nonton film, dan perjalanan jauh. Terkadang orang ketiga adalah teman bersama yang diundang karena kebaikan hati. Terkadang mereka hanya ada di sana ketika rencana pasangan tersebut berkembang. Rasa tidak nyaman bisa ringan atau intens tergantung pada seberapa terbuka romantisnya kedua orang lainnya.
Orang-orang menggunakan istilah ini baik sebagai deskripsi diri maupun sebagai pengamatan. "Aku merasa seperti orang ketiga" adalah keluhan umum setelah jalan-jalan. Pasangan yang menyadari dinamika ini terkadang menyesuaikan diri dengan mengajak teman lajang lainnya atau memilih kegiatan kelompok yang mengurangi fokus pada pasangan.
Ungkapan itu jarang bermaksud jahat. Ungkapan itu hanya menggambarkan geometri sosial yang tidak seimbang. Sebagian besar orang pernah menjadi pihak ketiga dalam suatu hubungan, dan sebagian besar juga pernah menjadi bagian dari pasangan yang menciptakan situasi tersebut.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment