Teori emosi dua faktor, yang dikemukakan oleh Schachter dan Singer, menyatakan bahwa emosi muncul dari kombinasi rangsangan fisiologis dan label kognitif yang diterapkan pada rangsangan tersebut. Kedua komponen tersebut diperlukan.
Menurut teori tersebut, gairah yang tidak terdiferensiasi diinterpretasikan berdasarkan konteks sekitarnya. Detak jantung yang meningkat yang sama dapat dialami sebagai rasa takut dalam situasi yang mengancam atau sebagai kegembiraan dalam situasi yang merayakan sesuatu. Eksperimen klasik mencoba memanipulasi gairah dengan suntikan adrenalin dan memvariasikan label kognitif yang tersedia melalui perilaku rekan eksperimen. Hasilnya beragam, namun gagasan intinya—bahwa kognisi membentuk kualitas pengalaman emosional—tetap berpengaruh.
Teori ini membantu memajukan bidang ini melampaui penjelasan yang murni fisiologis atau murni kognitif. Penelitian selanjutnya telah menyempurnakan kontribusi relatif dari gairah dan penilaian dan telah menunjukkan bahwa beberapa respons emosional dapat terjadi dengan pelabelan sadar minimal. Meskipun demikian, wawasan bahwa makna yang diberikan pada perubahan tubuh membantu menentukan emosi yang dirasakan terus membimbing teori dan penelitian.
Gairah memberikan intensitas; label memberikan identitas pada emosi tersebut.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment