Kekuasaan akan lebih tahan lama ketika rakyat percaya bahwa kekuasaan itu sah. Legitimasi adalah kebenaran yang dirasakan—penerimaan oleh yang diperintah bahwa penguasa dan aturan layak untuk ditaati.
Legitimasi dapat bertumpu pada tradisi, daya tarik pribadi seorang pemimpin, atau pada prosedur hukum dan demokrasi. Kinerja juga penting: pemerintah yang memberikan keamanan dan kemakmuran memperkuat klaim mereka untuk berkuasa. Ketika legitimasi terkikis, rezim lebih bergantung pada paksaan atau kooptasi, yang lebih mahal dan kurang stabil.
Krisis legitimasi muncul dari korupsi, kecurangan pemilu, kegagalan ekonomi, atau keterasingan budaya. Memulihkan legitimasi biasanya membutuhkan reformasi kelembagaan dan perbaikan nyata dalam kehidupan masyarakat. Pengakuan internasional dapat mendukung legitimasi domestik tetapi tidak dapat menggantikannya. Para ilmuwan politik menganggap legitimasi sebagai variabel sentral yang menjelaskan mengapa beberapa tatanan bertahan dan yang lainnya runtuh.
- Penerimaan terhadap kebenaran aturan
- Mengurangi ketergantungan pada paksaan semata.
- Sumber meliputi prosedur, tradisi, dan kinerja.
- Erosi menyebabkan ketidakstabilan
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment