EN - FR - DE - ES - IT - PT -

LexiconDream

📜 Deontologi

Teori etika yang menyatakan bahwa tindakan benar atau salah didasarkan pada aturan.

Deontologi

Beberapa perbuatan adalah salah, tidak peduli kebaikan apa pun yang dihasilkan darinya. Itulah klaim inti dari deontologi, sebuah teori etika yang mendasarkan moralitas pada kewajiban dan aturan, bukan pada konsekuensi. Berbohong, mengingkari janji, atau membunuh orang yang tidak bersalah dilarang, bahkan jika hasilnya akan lebih baik. Kata ini berasal dari bahasa Yunani deon, yang berarti kewajiban. Immanuel Kant adalah deontolog yang paling berpengaruh, meskipun tradisi ini mencakup tokoh lain, termasuk WD Ross dan teorinya tentang kewajiban prima facie.

Kant berpendapat bahwa persyaratan moral bersifat kategoris. Persyaratan tersebut tidak bergantung pada apa yang Anda inginkan atau apa yang akan terjadi. Persyaratan tersebut berlaku untuk semua makhluk rasional. Imperatif kategorisnya menguji maksim dengan menanyakan apakah maksim tersebut dapat menjadi hukum universal dan apakah maksim tersebut memperlakukan kemanusiaan sebagai tujuan akhir. Ross melonggarkan kekakuan tersebut. Ia berpendapat bahwa kita memiliki beberapa kewajiban prima facie, seperti kesetiaan, rasa syukur, dan tidak merugikan, dan bahwa ketika kewajiban-kewajiban tersebut bertentangan, kita harus menilai mana yang lebih ketat dalam situasi tersebut. Para kritikus deontologi menunjuk pada masalah kewajiban yang bertentangan dan kesulitan menerapkan aturan absolut pada keadaan yang rumit. Para pembela menjawab bahwa konsekuensi itu penting, tetapi konsekuensi tidak dapat membenarkan segalanya.

Tema-tema deontologis

Deontologi berbeda dengan utilitarianisme, yang mengevaluasi tindakan berdasarkan konsekuensinya, dan dengan etika kebajikan, yang berfokus pada karakter.

Comments

No comments yet. Be the first to share a thought.

Leave a comment