Satu bola biliar mengenai bola biliar lainnya, dan bola kedua bergerak. Kita mengatakan bahwa yang pertama menyebabkan yang kedua. Kausalitas adalah hubungan antara peristiwa di mana satu peristiwa menyebabkan peristiwa lainnya. Hal ini sangat mendasar bagi cara kita berpikir sehingga sulit untuk membayangkan hidup tanpanya. Namun, para filsuf telah berjuang selama berabad-abad untuk menjelaskan secara tepat apa sebenarnya hubungan tersebut.
David Hume berpendapat bahwa kita tidak pernah secara langsung merasakan sebab akibat. Kita melihat satu peristiwa diikuti oleh peristiwa lain, berulang kali, dan pikiran mengembangkan sebuah harapan. Menurutnya, sebab akibat adalah hubungan konstan ditambah kebiasaan mengharapkan. Kant menolak hal itu, dengan alasan bahwa kausalitas adalah kategori yang dipaksakan pikiran pada pengalaman. Tanpa itu, kita tidak akan memiliki pengalaman yang koheren sama sekali. Pada abad ke-20, para filsuf membedakan berbagai jenis sebab: sebab yang perlu dan cukup, sebab yang dekat dan jauh, sebab yang berkontribusi dan sebab yang menentukan. Para ilmuwan menggunakan penjelasan probabilistik dan kontrafaktual: sebab adalah sesuatu yang membuat perbedaan pada probabilitas atau terjadinya suatu akibat. Korelasi bukanlah sebab akibat, seperti yang sering dikatakan, tetapi menentukan kapan itu adalah sebab akibat membutuhkan kehati-hatian.
Penjelasan mengenai sebab akibat
- Keteraturan.
- Kontrafaktual.
- Probabilistik.
- Mekanistik.
Kausalitas penting dalam hukum, kedokteran, dan sains, di mana mengaitkan akibat dengan sebab memiliki konsekuensi praktis.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment