Di sebagian besar organisasi, perintah biasanya mengikuti jalur yang dapat diprediksi. Rantai komando adalah garis wewenang formal yang membentang dari puncak hierarki hingga ke lini depan, yang menentukan siapa melapor kepada siapa dan siapa yang berwenang memberikan arahan kepada siapa.
Hal ini memperjelas akuntabilitas dan mencegah instruksi yang saling bertentangan. Setiap orang biasanya menerima arahan dari satu atasan, sebuah prinsip yang dikenal sebagai kesatuan komando. Melewati beberapa tingkatan atau mengeluarkan perintah di luar rantai komando menciptakan kebingungan dan melemahkan manajer di tingkat menengah.
Organisasi modern terkadang meratakan atau membentuk struktur matriks, namun beberapa bentuk rantai tetap diperlukan untuk pengambilan keputusan rutin dan respons terhadap krisis. Kejelasan tentang rantai tersebut tidak menghilangkan kebutuhan akan komunikasi lateral; hal itu hanya menjaga agar hubungan wewenang tetap tidak ambigu.
- Garis wewenang formal dari atas ke bawah
- Mendefinisikan hubungan pelaporan dan arahan.
- Mendukung kesatuan komando
- Tetap relevan bahkan dalam struktur yang lebih datar.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment