Dua orang atau lebih bertemu tatap muka, atau melalui video, sehingga satu pihak dapat mengumpulkan informasi dari pihak lain. Wawancara adalah percakapan terstruktur tersebut. Dalam perekrutan, pewawancara menilai keterampilan, pengalaman, dan kesesuaian kandidat. Dalam jurnalisme, pewawancara mencari fakta, kutipan, dan wawasan. Dalam penelitian, wawancara memberikan data kualitatif yang tidak dapat ditangkap secara kaya oleh survei.
Wawancara yang efektif membutuhkan persiapan: tujuan yang jelas, pertanyaan yang bij thoughtful, dan lingkungan yang mendorong jawaban jujur. Pertanyaan terbuka biasanya menghasilkan informasi yang lebih bermanfaat daripada pertanyaan ya/tidak. Mendengarkan dengan saksama dan menindaklanjuti jawaban yang tidak terduga sering kali menghasilkan materi yang paling berharga.
Wawancara rentan terhadap bias—baik prasangka pewawancara maupun keinginan narasumber untuk menampilkan citra yang baik. Format terstruktur dan beberapa pewawancara dapat mengurangi sebagian bias tersebut. Baik tujuannya untuk seleksi, bercerita, atau pemahaman, wawancara tetap menjadi salah satu cara paling langsung untuk memperoleh informasi dari orang lain.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment