Dongeng adalah cerita yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi dalam suatu komunitas. Dongeng tidak memiliki pengarang tunggal yang dapat diidentifikasi dan terdapat dalam berbagai varian.
Dongeng mencakup cerita peri, cerita hewan, legenda, dan lelucon. Dongeng sering menampilkan tokoh-tokoh tetap, penolong atau musuh magis, dan konsekuensi moral atau praktis yang jelas. Karena dibentuk oleh penceritaan berulang, dongeng cenderung memiliki alur cerita yang kuat, motif yang mudah diingat, dan bahasa yang mudah diingat dan dipentaskan. Para pengumpul cerita seperti Brothers Grimm mencatat versi-versi yang kemudian masuk ke dalam budaya sastra, terkadang menetapkan tradisi yang dulunya cair menjadi teks standar.
Dongeng berbeda dari mitos karena kurang berfokus pada dewa dan asal usul kosmik, dan lebih berfokus pada tokoh manusia atau hewan dalam dunia yang menyerupai dunia sang pencerita, betapapun ajaibnya. Dongeng terus diadaptasi ke dalam sastra anak-anak, film, dan fiksi sastra. Mempelajari dongeng mengungkapkan pola naratif universal dan nilai-nilai yang spesifik secara budaya.
Sebuah cerita yang menjadi milik suatu bangsa dan bukan milik satu penulis tunggal, dan yang telah dibentuk oleh banyak bahasa, disebut cerita rakyat.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment