Anda memutuskan untuk mengangkat lengan, dan lengan Anda terangkat. Bagaimana caranya? Keputusan itu adalah peristiwa mental. Gerakan itu adalah peristiwa fisik. Bagaimana mentalitas menyebabkan fisikitas? Pertanyaan itu adalah masalah pikiran-tubuh, dan telah mengganggu para filsuf sejak Descartes. Ia berpendapat bahwa pikiran dan tubuh adalah substansi yang berbeda, tetapi ia tidak dapat menjelaskan bagaimana keduanya berinteraksi. Ia menyarankan kelenjar pineal, tetapi itu hanya menggeser pertanyaan ke belakang. Jika pikiran bersifat immaterial, bagaimana ia menggerakkan materi?
Masalah ini memiliki beberapa solusi yang diusulkan. Dualisme berpendapat bahwa pikiran dan tubuh berbeda. Fisikalisme berpendapat bahwa keadaan mental adalah keadaan fisik. Idealisme berpendapat bahwa realitas pada dasarnya bersifat mental. Fungsionalisme berpendapat bahwa keadaan mental didefinisikan oleh peran kausalnya, bukan oleh substansinya. Materialisme eliminatif berpendapat bahwa keadaan mental tidak ada seperti yang kita pikirkan. Setiap posisi memiliki masalah. Dualisme bergumul dengan interaksi. Fisikalisme bergumul dengan kesadaran. Fungsionalisme bergumul dengan kualia. Masalah ini bukan hanya filosofis. Ini berkaitan dengan kecerdasan buatan, kesadaran hewan, dan sifat penyakit mental. Pertanyaan tentang bagaimana pikiran dan tubuh berhubungan juga merupakan pertanyaan tentang siapa kita.
Pandangan terhadap masalah tersebut
- Dualisme.
- Fisikalisme.
- Idealisme.
- Fungsionalisme.
Masalah pikiran dan tubuh belum terpecahkan. Ini adalah salah satu pertanyaan terdalam dan paling gigih dalam filsafat.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment