Kerja kelompok menempatkan siswa dalam tim-tim kecil untuk menyelesaikan suatu tugas. Tugas tersebut bisa berupa percobaan laboratorium, presentasi, atau laporan tertulis. Tujuannya bukan hanya produknya, tetapi juga prosesnya: belajar merencanakan, membagi tugas, dan menyelesaikan perbedaan pendapat.
Guru memberikan tugas kelompok karena beberapa alasan. Hal ini membangun keterampilan komunikasi. Memungkinkan siswa untuk belajar dari satu sama lain. Dapat menangani tugas-tugas kompleks yang tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja. Selain itu, hal ini mencerminkan lingkungan kerja, di mana hampir tidak ada yang dapat diselesaikan sendirian.
Masalah-masalah ini sudah dikenal luas. Satu siswa melakukan semuanya. Siswa lain hanya bermalas-malasan. Menjadwalkan kegiatan di luar jam pelajaran sulit. Penilaian rumit. Guru menggunakan evaluasi teman sebaya, akuntabilitas individu, dan peran terstruktur untuk mengurangi perilaku "menumpang" (free riding). Namun, tidak satu pun dari solusi ini yang sempurna. Kerja kelompok tetap populer karena alternatifnya, yaitu kerja individu, mengabaikan sesuatu yang penting.
Membuatnya berhasil
- Peran dan tugas yang jelas
- Akuntabilitas individu
- Evaluasi sejawat
- Pemeriksaan rutin
- Batas waktu bersama
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment