Pasir adalah partikel tanah yang paling kasar dari tiga partikel utama tanah, lebih besar dari lumpur dan jauh lebih besar dari tanah liat. Pasir berasal dari batuan lapuk, sebagian besar kuarsa, dan terasa kasar di antara jari-jari. Tanah yang sebagian besar terdiri dari pasir disebut tanah berpasir, atau dalam kasus ekstrem, pasir.
Tanah berpasir memiliki beberapa keunggulan yang jelas. Tanah ini cepat mengering, cepat hangat di awal musim semi, dan mudah diolah dengan alat tangan. Tanaman umbi-umbian seperti wortel dan kentang tumbuh dengan baik di tanah ini. Namun, tanah berpasir juga menyimpan sedikit nutrisi, cepat kering, dan melarutkan pupuk ke dalam air tanah. Bahan organik menghilang dengan cepat karena mikroba menguraikannya dengan cepat dalam kondisi aerasi yang baik.
Mengelola tanah berpasir
- Tambahkan kompos dan pupuk kandang secara teratur untuk meningkatkan bahan organik.
- Gunakan tanaman penutup tanah untuk menahan nutrisi selama musim dingin.
- Siramlah secara berkala dengan jumlah air sedikit, jangan menyiram terlalu dalam.
- Pilih tanaman yang tahan kekeringan, seperti gandum hitam atau millet.
Tanah berpasir mendominasi sebagian wilayah Eropa utara, Amerika Serikat bagian Tenggara, dan Sahel. Tanah ini bisa produktif, tetapi membutuhkan lebih banyak perhatian daripada tanah lempung. Petani yang mengabaikan keterbatasannya akan kehilangan nutrisi dan air.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment