Seseorang mengetahui kemalangan orang lain dan merasa sedih atau prihatin terhadap mereka tanpa harus memiliki perasaan emosional yang sama. Simpati adalah perasaan peduli dan prihatin terhadap penderitaan orang lain.
Hal ini berbeda dengan empati, yang melibatkan berbagi atau memahami perasaan orang lain secara mendalam. Simpati dapat memotivasi perilaku membantu dan sering disertai dengan keinginan untuk meringankan penderitaan. Simpati muncul sejak dini dalam perkembangan dan didorong oleh norma-norma budaya tentang belas kasih.
Simpati yang berlebihan atau selektif dapat menyebabkan bantuan yang bias atau kelelahan emosional. Dalam perawatan profesional, simpati yang seimbang mendukung keterlibatan tanpa membebani pemberi bantuan. Ekspresi simpati—verbal, ekspresi wajah, atau praktis—merupakan bagian dari respons sosial terhadap kehilangan dan kesulitan. Simpati menghubungkan orang melalui pengakuan kerentanan.
Perasaan terhadap orang lain adalah salah satu ikatan umum yang menyatukan kehidupan sosial.
Comments (2)
Leave a comment