EN - FR - DE - ES - IT - PT -

LexiconDream

🔗 Silogisme

Suatu bentuk penalaran di mana kesimpulan ditarik dari dua premis.

Silogisme

Silogisme adalah bentuk penalaran deduktif dengan dua premis dan satu kesimpulan. Aristoteles mengembangkan silogisme sebagai unit dasar logika. Contoh yang paling terkenal: Semua manusia fana. Socrates adalah manusia. Oleh karena itu, Socrates fana. Premis pertama adalah premis mayor, premis kedua adalah premis minor, dan premis ketiga adalah kesimpulan. Jika premis-premisnya benar dan bentuknya valid, maka kesimpulannya pasti benar. Silogisme adalah alat untuk menguji validitas argumen. Dengan mengidentifikasi bentuknya, Anda dapat melihat apakah kesimpulannya benar.

Aristoteles mengidentifikasi beberapa bentuk silogisme yang valid, yang disebut figur dan modus. Yang paling umum adalah figur pertama, di mana istilah tengah menghubungkan premis mayor dan minor. Para ahli logika abad pertengahan memberi bentuk-bentuk tersebut nama-nama mnemonik, seperti Barbara dan Celarent, untuk membantu siswa mengingatnya. Silogisme merupakan inti dari logika selama lebih dari dua ribu tahun. Baru pada abad ke-19 Frege dan lainnya mengembangkan sistem logika yang lebih kuat. Namun, silogisme tetap menjadi alat pengajaran yang berguna dan contoh yang jelas dari penalaran deduktif. Silogisme menunjukkan bagaimana kesimpulan dapat diturunkan dari premis dengan pasti, asalkan bentuknya valid dan premisnya benar.

Bagian-bagian dari silogisme

Silogisme bukanlah argumen secara umum. Silogisme adalah bentuk spesifik dari argumen deduktif dengan dua premis dan sebuah kesimpulan.

Comments (2)

  1. Barbara Stein
    The classic syllogism is all men are mortal, Socrates is a man, therefore Socrates is mortal. It's the foundation of deductive reasoning.
  2. Kevin O.
    The article is clear. A form of deductive reasoning with two premises and a conclusion. Simple but fundamental in philosophy.

Leave a comment