Suatu negara yang menjual lebih banyak barang ke dunia daripada yang dibelinya akan mengalami surplus perdagangan. Negara yang membeli lebih banyak daripada yang dijualnya akan mengalami defisit. Neraca perdagangan hanyalah selisih tersebut, yang dihitung dengan mengurangi nilai impor dari nilai ekspor selama periode tertentu, biasanya satu bulan atau satu tahun.
Angka-angka tersebut berasal dari catatan bea cukai, yang mencatat pergerakan barang fisik melintasi perbatasan. Jasa, seperti perbankan atau pariwisata, dihitung secara terpisah, sehingga neraca perdagangan utama seringkali mengabaikan sebagian besar dari apa yang sebenarnya dijual oleh ekonomi modern. Defisit tidak selalu buruk. Amerika Serikat telah mengalami defisit selama beberapa dekade sambil terus tumbuh. Surplus juga tidak selalu baik. Suatu negara dapat mengekspor dalam jumlah besar sementara warganya berjuang dengan upah rendah dan standar hidup yang buruk.
Apa yang menggerakkan angka tersebut?
- Nilai tukar: mata uang yang lebih lemah membuat ekspor ke luar negeri lebih murah dan impor ke dalam negeri lebih mahal.
- Permintaan domestik: pertumbuhan pesat menarik masuknya barang-barang impor, memperlebar defisit.
- Daya saing: produktivitas dan kualitas menentukan apakah perusahaan domestik dapat memenangkan pembeli asing.
- Kebijakan perdagangan: tarif, kuota, dan perjanjian perdagangan membentuk kembali arus barang.
Comments (2)
Leave a comment