Kesadaran datang tanpa pemberitahuan. Suatu saat dunia hanya ada di sana—cahaya di dinding, berat sebuah kursi, suara lalu lintas yang samar—dan saat berikutnya, sesuatu mencatat bahwa ia sedang dicatat. Kesadaran menamai pencatatan itu, fakta bahwa pengalaman itu sedang terjadi sama sekali, alih-alih tetap gelap dan kosong.
Para filsuf telah berdebat selama berabad-abad tentang apa sebenarnya materi itu. Beberapa menganggapnya sebagai fitur fundamental alam semesta, yang lain sebagai sifat yang muncul dari sistem kompleks tertentu, dan yang lainnya lagi sebagai semacam ilusi yang dihasilkan oleh perhitungan otak yang sibuk. Masalah sulitnya, seperti yang dirumuskan oleh David Chalmers, adalah menjelaskan mengapa proses fisik harus disertai dengan kehidupan batin apa pun. Mengapa pelepasan neuron terasa seperti sesuatu?
Kesadaran sehari-hari tidaklah seragam. Ia bergeser antara perhatian terfokus, lamunan, rasa sakit yang tajam, dan cahaya redup saat baru bangun tidur. Tidur dan anestesi menunjukkan bahwa kesadaran dapat dimatikan; obat-obatan tertentu dan keadaan meditasi menunjukkan bahwa kesadaran dapat diperpanjang atau diwarnai dengan cara yang tak terduga. Hewan menghadirkan teka-teki lebih lanjut: sebagian besar peneliti sekarang menerima bahwa mamalia dan burung memiliki beberapa bentuk kesadaran, namun batasannya masih diperdebatkan.
- Kesadaran fenomenal adalah sensasi mentah dari pengalaman.
- Kesadaran akses adalah ketersediaan informasi untuk pelaporan dan pengendalian.
- Kesadaran diri menambahkan perasaan bahwa pengalaman tersebut merupakan bagian dari subjek yang berkelanjutan.
Apa pun hakikatnya pada akhirnya, kesadaran adalah kondisi di mana segala sesuatu menjadi penting bagi kita.
Comments
No comments yet. Be the first to share a thought.
Leave a comment